OBJEK WISATA DAN BUDAYA GUNUNG WAYANG GARUT SELATAN
“OBJEK WISATA DAN BUDAYA GUNUNG WAYANG GARUT SELATAN"
1. Letak Geografis Gunung Wayang
Gunung
Wayang merupakan salah satu gunung yang berada di Garut, berada di Kampung
ciparay, Desa depok, Kecamatan Pakenjeng kabupaten garut. Tetapi di balik itu,
ternyata panorama gunung itu sangatlah indah dan cocok apabila di bikin tempat
wisata. Ke unikan dan keindahan alamnya cukup mempersona, sehingga patut untuk
di lestarikan, dan apalagi akses menuju ke lokasi tersebut jalannya juga
tidak begitu susah, cukup strategis dari jalan raya menuju lokasi kurang-lebih
500 M. Jarak tempuh dari Kota Garut atau dari Pantai Rancabuaya Kecamatan
Caringin (melalui Bungbulang) pun cukup 2,5 jam-an dengan kondisi jalan cukup
bagus.
Menurut
warga dalang kondang Asep Sunandar almarhum pernah berguru di gunung itu.
Informasi itu tidak dibantah juru kunci, Bapak Tasdik (80) yang tinggal tidak
jauh dari gunung tersebut. Gunung wayang merupakan sebuah tumpukan batu yang
menjulang seperti gunung walau sebenernya ini lebih cocok di sebut bukit, namun
demikian masyrakat sudah mengenalnya dengan nama gunung wayang. Gunung setinggi sekitar 2.000 meter
dan luas 2,5 hektar itu diyakini sebagai “karuhun” tokoh pewayangan.,
2. Mitos
Dan Seni Budaya
Menurut
juru kunci bapak Tasdik ( 80 Tahun ), disebut Gunung Wayang karena setiap malam
Selasa dan Jum’at acapkali terdengar gamelan pengiring pementasan wayang, tapi
seiring ramainya pemukiman suara tersebut jarang bahkan tak pernah terdengar
lagi suara gamelan.
“Kapungkur
eta ge, ayeuna mah teu aya, tos rame,” ujarnya.
Konon, siapa saja yang akan pentas
melewati gunung tersebut selalu mendapat halangan. Dari Garut sampai enam kali
akan ke Bungbulang, selalu tidak jadi.
“Aya
wae gangguan, upamana wae sindenna gering atawa tukang gamelanna kacilakaan,”
tuturnya.
Namun
setelah mendoakan Dalem Darpa Wayang (penunggu Gunung Wayang), dalang dan kru
pementasan ke Garut Selatan menjadi lancar.
“Makana
dugi kadua kalina Asep Sunandar mah kadieu. Anjeunna sok ziarah,” ucap Tasdik
yang mengaku sudah dua kali ke rumah Asep Sunandar Sunarya di Bandung.
Bisa
sampai ke puncak Gunung tidaklah sulit. Dengan jalan kaki 25 menitan, akan
dijumpai sejumlah bebatuan, perkebunan warga dan tempat ziarah makam Embah
Dalem Darpa Wayang. Akan tetapi, kondisi Gunung Wayang sekarang sangat
mengkhawatirkan karena ada saja tangan-tangan jahil penambang batu dan penebas
pepohonan.
“Untung tos dilarang Pemda, jadi kaaslian batu na kajaga keneh,” katanya seraya menyebut nama Putri Teja Nirmala yang legendaris. Ada pendapat lain lagi yang mengatakan bahwa pemberian nama wayang ini tidak identik dengan kesenian boneka atau wayang namun di artikan secara etimologi bahwa Wa itu adalah angin dan yang itu dari kata sanghyang atau dewa jadi bisa disebut dewa angin ini juga di dasarkan pada hembuasan angin yang keluar dari gunung wayang ini karena pantulan perbukitan. Mitos dan budaya yang kuat yang menjadikan orang-orang penasaran ingin mengunjungi tempat ini.
3. Daya Tarik Gunung Wayang
Namun lebih
banyak lagi yang tertarik kesini sebagai pusat foto selfie dan mengambil gambar
karena pemandangannya yang begitu indah asli alami mengambarkan sebuah
kesederhanaan keasrian sebuah pesona yang memanjakan mata. Banyak orang yang berhenti untuk
sekedar berfoto, menghirup udara segar pegunungan di pinggir jalan dan
merasakan aura pesawahan yang segar.
Tidak ada
tarif apapun disini karena terletak tepat menjulang di pinggir jalan dan juga
gunung wayang bukan merupakan objek wisata hanya menyajikan tempat yang eksotik
yang terlewati jika kita melintas ke daerah bungbulang ataupun ke pantai
rancabuaya.
4. KESIMPULAN
Gunung wayang merupakan sebuah tumpukan batu yang menjulang seperti gunung walau sebenernya ini lebih cocok di sebut bukit, namun demikian masyrakat sudah mengenalnya dengan nama gunung wayang.
5. SARAN
Perlu keseriusan warga dan Pemerintah Daerah
Kabupaten Garut untuk melestarikan alam di sekitar Gunung Wayang untuk tetap
menjaga keindahannya dan keasriannya.

Komentar
Posting Komentar