Misteri Leweung Sancang

Kita sudah tidak asing lagi mendengar kata Leweung Sancang pasti fikiran kita langsung ke daerah Garut Selatan yang lokasi nya di daerah Kecamatan Cibalong.
Banyak persi yang mengatakan bahwa tempat sejarah ini tempat menghilang nya Raja yang Gagah berani dan di kenal oleh masyarakat orang yang berilmu tinggi yang bernama Perabu Siliwangi raja dari kerajaan Padjajaran.

Dilihat dari situs sejarah yang berkembang di lingkungan masyarkat bahwa perabu siliwangi itu melarikan diri dari lingkungan keraton kerajaan waktu saat sedang bertempur dengan anak nya yang bernama Perabu Kiansantang yang lebih di kenal dengan nama kanjeng Syeh Sunan Rohmat Suci yang sekarang makom atau makam nya terletak di daerah Godog-Garut .

                                                                    Gambar memasuki leweung sancang.

Waktu anak nya yang bernama Perabu Kiansantang ingin mengislamkan ayah nya Perabu Siliwangi, beliau menolak karena agama yang di anut nya itu agama Hindu warisan leluhur yang tidak bisa di ganti dengan agama lain, namun perabu kiansantang terus berusaha membujuk ayah nya hingga terjadi perkelahian yang luar biasa tidak ada yang kalah dan menang karena kedua orang tersebut sakti mandra guna, mitos yang berkembang bahwa perkelahian tesebut berlangsung 7 hari 7 malam berawal dari daerah Bogor hingga akhir nya perabu siliwangi melarikan diri ke daerah Garut Selatan yang sekarang di kenal dengan nama Leweung Sancang, dari situlah Perabu Siliwangi dengan kesaktian nya menghilangkan diri beserta kerajaan serta pengikut-pengikut nya, ada yang mengkatan bahwa Perabu Siliwangi itu tilem atau moksa, ada juga yang mengakatan bahwa Perabu Siliwangi itu menjadi penjaga Leweung Sancang dan berubah wujud menjadi sosok harimau. Tidak hanya Perabu Siliwangi saja yang menjadi sosok harimau namun para pengikut nya yang setia pun menjadi sosok harimau, tetapi itu pun terkadang berubah wujud menjadi (kai kaboa) yang ada di Leweung Sancang.

Mitos yang berkembang di masyarakat bahwa (kai kaboa) itu bisa memanggil harimau jikalau benda tersebut di ketukan ke tanah sambil membaca doa-doa tertentu.

Wallohualam hanya allah yang tau, kita sebagai anak bangsa cukup untuk menjaga dan melestrarikan peninggalan-penginggalan sejarah budaya yang ada di sekitar kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Awal Mulanya Pameungpeuk

OBJEK WISATA DAN BUDAYA GUNUNG WAYANG GARUT SELATAN